mengapa...sekali lagi mengapa...semua itu kamu lakukan padaku,kamu yang senantiasa aku percaya dari mulai kita jumpa sampai sekarang walau tak jarang kamu membuat aku shock dengan semua tingkah lakumu da sikapmu kepadaku,tapi selalu aku memberi kepercayaan dan sebuah hati yang tulus untuk selalu mempercayaimu,namun kali ini mengapa dengan tidak sengaja kebohongan kamu terungkap kembali setelah kebohongan yang kemaren belum lepas dari ingatanku dan sekarang kamu ulangi lagi dan lagi..mau sampai kapan kamu akan berbuat begitu dan aakan berapa lagi kebohongan yang akan kamu tujukan kepadaku dan apakah kamu mau jadikan sebuah kebohongan memjadi hobby yang akan terus merongrong semua kepercayaan dalam hatiku ini dan apakah kamu belum merasa puas atas semua kebohongan-kebohongan yang lalu dan apakah cukup dengan kamu bilang "maaf aku tidak bermaksud bohong padamu"semua akan kembali lagi seperti semula tanpa ada raut penyesalan yang tersirat dari raut mukamu seolah-olah kamu telah terbiasa dan merasa tidak berdosa melakukan semua itu..??Tolong jawab dengan hatimu apakah kamu merasa benar-benar bersalah melakukan hal itu atau hanya sekedar omongan saja yang dengan mudah akan kamu lupakan dan esok kamu ulangi lagi kebohongan-kebohonga yang baru....??
Senin, 28 September 2009
Selasa, 02 Juni 2009
19.06
No comments
Siapa yang tak suka dengan hamparan taman bunga yang indah dan luas jg berwarna-warni?Jwbnya pasti suka.Tetapi jarang manusia yang mau dan rela untuk menanam tanaman bunga itu,bahkan yg terjadi adalah byk yang menanam tanaman yg sia2.Dan ibarat bunga adalah budi pekerti dan amal perbuatan kita semua.Artinya adalah ketika kita mau tersenyum,mau menolong,mau mengalah,mau sabar,dan sebagainya artinya kita bagaikan menanam banyak jenis bunga.
Minggu, 03 Mei 2009
Jumat, 24 April 2009
09.59
2 comments
Jalan hidup adalah sebuah arungan di samudra luas yang memerlukan seorang nahkoda yang bukan hanya handal tapi mengetahui arah yang akan di tuju,dan seorang nahkoda perlu mempunyai teman yang dapat dijadikan pendamping dalam menempuh perjalanan itu.
Langganan:
Komentar (Atom)







